Seorang dengan Sepasang Mata

Ini tentang seseorang yang akhir-akhir ini banyak merusak fokus.

Seseorang yang tidak saya kenal, tetapi saya ketahui namanya. Seseorang yang bisa jadi, umurnya lebih muda sedikit dibandingkan saya. Seseorang yang anehnya bisa merusak fokus yang berusaha saya bangun.

Bertemu untuk pertama kali di sebuah tempat yang baru saya kenal. Tempat yang benar-benar baru. Letaknya di ujung jalan. Bangunan sederhana, serta halaman yang luas. Sejumlah ruangan cukup luas, bersuhu dingin disalah satu sisinya. Ramai, juga hening. Canda, juga serius.

Sebuah tempat yang juga dipenuhi oleh bacaan-bacaan paling bermakna sepanjang masa. Bacaan yang tiada berubah sejak lahirnya.

Tempat baru yang nyaman, dan saya langsung jatuh cinta.

Apalagi ada seseorang yang membuat saya jadi lebih bersemangat, walaupun tidak jarang juga ia merusak fokus saya.

Fokus yang berusaha saya bangun runtuh perlahan, hanya ketika dua pasang mata bertemu. Sama sekali tidak sengaja. Fokus yang berusaha saya dapatkan hilang sementara, hanya ketika dua pasang mata bertemu beberapa detik.

Kami berhadapan. Benar-benar berhadapan. Segaris lurus vertikal. Dan sepasang mata kami berada dalam satu garis. Tempat duduk kami pun begitu. Beberapa detik lamanya, seperti itu saja. Suatu kejadian cukup aneh. Antara ingin waktu berjalan perlahan, dan berjalan cepat kilat.

Alasan seseorang itulah, seringkali membuat saya tidak sabar ingin ke tempat itu dengan rutin.

.

Awalnya, ia hanya melihat saya sekilas saja. Seperti halnya, saya melihat seseorang sekilas. Namun, seiring beberapa hari kemudian, menemui, bertemu dengan sepasang matanya adalah kejadian yang sering terjadi. Kadang-kadang juga dapat merusak fokus, jika pikiran dan hati saya tidak sedang diperkuat. Sepasang matanya berbahaya, kalau boleh jujur. Karena itu dapat membuat pikiran melayang, dan khayalan berkelana bebas. Selain merusak fokus, tentunya.

Oh, tetapi sejujurnya…. saya suka. Super suka. Sampai-sampai pernah sehari tidak ada dia, saya rindu. Oh bukan, saya cuma kangen (eh apa bedanya?!) Matanya itu, lho. Saya senang. Bertemu sepasang matanya, laksana melihat langit malam dengan rembulan keemasan (sok puitis, nih!)

Sekali lagi, saya suka sepasang mata itu dan saya suka bertemu sepasang mata itu ^-^

.

.

Mathar

Iklan

3 thoughts on “Seorang dengan Sepasang Mata

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s