Impian Aneh (?)

Kali ini, aku kepengin cerita tentang impianku yang cukup aneh.

Aku pengin banget ngajarin anak-anak kecil yang masih polos. Semacam pengin jadi guru SD/TK tapi yang di pedesaan gitu (tau kan zaman sekarang anak SD di perkotaan pegangannya aja udah gadget mahal). Pengin ngajarin mereka baca, tulis, hitung. Karena aku suka banget ngelihat orang-orang yang ngajar anak kecil dengan sabarnya. Apalagi aku lumayan sering stalking akun instagram guru-guru yang ngajar di pedalaman daerah, bahkan yang belum ada listrik dan jaringan internet. Menurut aku, mereka itu keren. Keren banget malah. Pokoknya yang di atasnya keren lah, bahasanya tuh. Luar biasa.

Selain itu, karena anak di desa biasanya semangat belajar mereka menggebu-gebu. Aku selalu suka ngelihat orang dengan semangat yang menggebu-gebu. Kalau anak-anak di perkotaan kan, cenderung manja. Dan memang ada beberapa yang tidak.

republika.co.id

Tapiiii… aku pernah cerita begini di depan anak pedesaan. Tentang anak kecil di desa yang polos, terus tentang anak kecil perkotaan yang moderen banget. Dia malah bilang gini, “sekarang sama aja.” Nah, itu menunjukkan bahwa sekarang pun, anak-anak di desa juga mulai mirip sama anak-anak di perkotaan. Mungkin, karena anak desa yang mendengar ceritaku, bukan tinggal daerah pedalaman banget. Karena di sana sudah ada listrik dan terjangkau jaringan internet (walaupun tidak terlalu cepat). Mungkin masih ada anak-anak desa yang bener-bener polos, kayak yang aku bayangkan.

Nih, yang bikin impianku ini aneh yaitu, aslinya aku nggak begitu senang dengan anak kecil. Suka nggak sabaran juga. Sepupuku yang masih SD aja sering kumarahi gara-gara kalau ngomong suka nyaring banget. Karena aku orangnya nggak suka terlalu ribut. Terus aku juga nggak bisa asik sama anak kecil kayak orang-orang. Kalau mukanya imut, ya imut aja. Paling cuma memuji bentar, abis itu udah deh. Nggak kayak teman-temanku, atau orang-orang yang biasa kutemui, pasti mereka langsung pengin gendong, bahkan sampai pengin bawa pulang, haha. Makanya kalau udah disuruh jagain anak kecil sama keluarga dikarenakan mamanya sibuk, haduuuuh… rasanya tuh ya, kalau katanya Dilan mah BERAT. Bingung lah mau ngapain. Ngajak main juga bingung mau main apaan. Jadi ya sering-sering aja kukasih senyum tuh anak kecil, hehe biar bisa ketawa gitu lho. Canggung sama anak kecil mah juga kagak enak, kayak canggung sama gebetan gitu lho nggak enaknya.

Kok malah curhat gini ya (?) Kembali deh ke topik sebelumnya tentang impian yang aneh.

Nah. Selain itu, kenapa aku kepengin ngajar anak-anak. Karenaaaa… aku pengin nebar virus BACA. Iya! Karena aku ini maniak baca. Kasih aku hadiah buku, bakal kuterima dengan hati yang berbunga-bunga + kupu-kupunya, deh πŸ˜‰

pixabay.com

Menurut aku, membaca itu penting! Penting banget! Banget banget banget lah pokoknya. Makanya sering tuh, ada istilah ‘budayakan membaca’. Karena… di sekitar-sekitar nih ya, masih banyak yang males baca.

Dan, nyebar virus baca pada anak-anak usia dini itu lebih mudah. Walaupun tetap susah juga. Karena kalau udah menginjak remaja, kebiasaan membacanya masih males, bakal susah buat di ubah. Bahkan, bisa jadi enggak dapat di ubah, kecuali kesadaran diri masing-masing. Kan aku juga nggak bisa dong, memaksakan kehendak biar semua orang suka baca kayak aku. Itu mah namanya pemaksaan. Aku juga terbiasa maklumi kok, teman-teman aku yang nggak begitu suka sama baca buku. Atau sukanya sama bacaan tertentu aja. Kan kalau udah remaja gitu, pasti punya hobi masing-masing.

Jadi pentingnya nebar virus baca pada anak usia dini itu, biar mereka punya kebiasaan baca. Walaupun, mungkin nggak jadi orang yang penggila baca, yang kalau ke mana-mana tuh bawa buku. Kan, harus nyesuaikan dengan keadaan dan tempat juga. Menurutku juga, orang yang suka baca itu biasanya dari kecil memang suka sama buku-buku cerita. Semacam kebiasaan dari kecil yang akhirnya jadi kebiasaan juga hingga dewasa.

pixabay.com

Aku memang nggak memaksa semua orang itu harus suka baca. Nih, aku peringatkan lagi. Tapi aku suka aja gitu ngelihat orang yang lagi serius baca buku. Pokoknya pemandangan mantap dah. Senangnya mirip-mirip lah, sama kayak ngelihat cowok idola yang lagi serius baca Al-Qur’an (Masha Allah bangetlah pokoknya). Dan… dari rasa suka senang itulah muncul keinginanku buat menyebar virus baca. Etdah, mungkin aku kesepian karena jarang ada teman yang ngomongin buku hehehe.

Tapi aku punya satu pesan deh, sebagai penutup. Pesan buat orang-orang yang suka baca. ‘Biar suka baca buku, jangan lupa juga bacain kitab masing-masing, yaks! (Bacain kitab agama lain juga nggak apa sih)’

Yah begitulah intinya. Sudah dulu deh, sepertinya aku sudah menulis panjang?

Mau tanya juga nih, kalian pernah pengin tebar virus baca juga, nggak?

.

Btw, jangan bosan yah, kunjungi blog amburadul milik Mathar ini😊😊😊😊

Arigatou.

.

With love,

Mathar

Iklan

47 thoughts on “Impian Aneh (?)

  1. Sebenernya saya hobi baca, novel terutama. tapi pernah dimarahin orang tua gara” terlalu sering baca.
    Katanya baca itu cuma bikin kita jadi menghayal.
    Tpi berhubung saya suka, saya ttep aja baca πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s