Proyek Baru, Pengalaman Baru

Haiiiiii kawan-kawan!

Mathar merasa lama banget nggak ngeblog. Kangen beraaaatttt…. dikarenakan, Mathar lagi super sibuk akhir-akhir ini (sok sibuk).

Maklumlah, bulan lalu ada ujian kenaikan kelas. Dan sehabis ujian pun nggak ada waktu free-nya. Karena aku kedapetan proyek (yaelah gaya bgt bahasanya) menulis naskah film pendek. Alhamdulillah.. waktu itu di kerjakan berdua, jadi terasa nggak berat banget, walaupun nggak ada rasa ringan sama sekali. (Sumpah deh! Menulis itu nggak ada rasa ringannya, jadi asyik-in aja biar nggak terlalu beban).

Jadi… film pendek ini adalah lomba classmeeting yang diadakan di madrasah. Lomba antar kelas gitu. Kelihatannya keren sih ya, lomba film pendek antar kelas dengan tema yang sudah di tentukan oleh panitia lomba. Kelasku juga antusias banget, semangat mereka menggebu-gebu gitu lho. Haha. Suka banget ngeliat mereka.

Oke, kembali lagi bicarakan tentang menulis naskah film pendek.

Awalnya mungkin memang menyenangkan, ya gimana ya baru pertama kali juga dapat kerjaan beginian, jadi masih sedikit alay gimana gitu (enggak sih sebenarnya). Terus aku juga bersyukur banget karena merasa dapat di percaya teman-teman sekelas buat menulis naskah. Keren dong, nama aku tertulis di akhir film 😅.  Tapi…. setelah tahu yang sebenarnya…. aku hampir aja mengundurkan diri dan seterusnya di lanjutkan oleh penulis naskah selain aku. Tapi enggak jadi, karena ada alasan kuat yang buat aku tetap melanjutkan proyek itu benar-benar selesai. Sulit banget menurutku, karena aku nggak pernah punya pengalaman menulis naskah film begini. Aku cuma sering buat puisi dan cerpen, dan itu pun masih perlu banyak belajar.

Dan…. begitu naskah film selesai, aku nggak merasa sudah membuat suatu ‘karya’. Gimana ya… ini sulit dijelaskan. Aku nggak merasa bangga terhadap diriku sendiri. Biasanya, tiap selesai menulis, aku punya rasa kebanggaan tersendiri, merasa puas. Bedanya, kali ini enggak. Mungkin karena kali ini aku menulis bukan untuk diriku sendiri.

Dan di balik aku menulis naskah tersebut, aku punya teman-teman sekelas yang TOP banget sebagai kru dalam film ini. Disini kerjaku hanya menulis doang. Nggak banyak. Aku merasa nggak ada ngeluarin ide apa pun. Lebih ringan di bandingkan yang lain, sebenarnya. Dan lebih ringan di bandingkan penulis naskah selain aku.

Aku juga punya rasa bangga terhadap teman-teman. Semangat mereka, usaha mereka, menggebu-gebu. Itu yang buat usaha yang kulakukan pun semaksimal mungkin.

Selama proses pembuatan film pendek ini berlangsung, dan semalaman tanpa tidur aku menulis naskah. Aku selalu memegang kalimat “Usaha tidak pernah mengkhianati hasil.” Kalimat ini aku pelajari dari seorang teman istimewa hehehe. Walaupun aku mengerjakan naskah ini sedikit banget, lebih banyak temanku yang mengerjakannya. Dari situ aku merasa sedih 😦 karena merasa membebani orang lain. Inshaa Allah.. temanku ikhlas lahir batin. Sebelumnya aku memang sudah mengucapkan banyak terima kasih. Aku juga selalu berdoa, bukti kalimat yang kupegang selama ini tidak dusta.

Jadilah……

Film pendek kelasku JUARA 1!!!!!!!

Aku nggak tahu siapa saja yang bangga dan juga kecewa. Mungkin ada salah seorang atau lebih, teman sekelasku yang kecewa. Mungkin… editor? Aku nggak tahu pasti, karena aku nggak bisa baca pikiran orang lain. Tapi ada yang bilang, ekspresinya jelas terbaca.

Kami berdua, sebagai penulis naskah pun, menjadi…….

Penulis Naskah TERBAIK!!!!

Suatu kebanggaan yang langka. Tapi aku tidak bangga terhadap diriku sendiri. Aku bangga pada teman-temanku sekelas. Aku juga bangga banget sama M, temanku si penulis naskah selain aku. Aku merasa hanya sebutir debu di banding mereka semua. Aku merasa nggak cocok mendapatkan penghargaan apa pun. Tapi mungkin ini memang takdirku.

Tentang editor, sebenarnya dia lebih banyak berperan dalam pembuatan film pendek ini. Tapi malah dia enggak menjadi “Editor Terbaik”. Sutradara terbaik, lalu aktor terbaik saja di raih oleh kelasku. Dan yang paling nggak terduga memang penulis naskah terbaik.

Jangan pernah menyerah, Editor Terbaik Kelas! Selalu menjadi editor terbaik kelas ku!

.

Aku benar-benar minta maaf sama teman-teman sekelas, siapa pun yang terlibat di balik layar, bilamana terlalu banyak kekurangan dalam diriku^^ Ini merupakan pengalaman hebat! Terima kasih banyak semuanyaaaa… aku nggak tahu lagi misalkan suatu saat nanti aku nggak bisa bertemu lagi dengan kalian 😦

.

Di balik kemenangan film pendek ini pun, banyak usaha dan segala macam yang tertumpahkan. Dan usaha saja, itu pun kurang cukup, ada yang menyeimbangi, yaitu doa. Tapi aku percaya, mungkin, kami semua, salah satu ataupun semuanya, punya usaha yang tidak dilakukan oleh orang lain 🙂

.

.

Mathar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s