Pada Sore Hari

Sore hari, di bulan Mei

Awan mendung menaungi

Pun hujan jatuh ke bumi

Dibawahnya, ada yang berlari

Mereka beramai-ramai

Meneriaki, tertawa, meneriaki lagi

Memerhatikannya, rasa ingin menghampiri

Lihatlah, rintikan air yang jatuh dari awan mendung tadi…

Lihatlah, satu dari mereka ada yang mampu menghipnotis sepasang mata ini.

.

4.30 PM

——————-

Foto ini sengaja di potong, demi menghindari yang namanya fitnah. Hehehe. Biasalah, kerjaan seorang secret admire yang lagi kedapetan momen pas yang bener-bener passss, nggak keasinan, nggak kepedesan #apaapakah. Foto ini juga di jepret diam-diam, sediamnya orang-orang pendiam. Yang butuh keahlian yang sangat-sangat khusus, dan keberanian ekstra dengan mengambil resiko jika saja ketahuan manusia lainnya #apalagiini.

Puisi ini juga tercipta karena foto tersebut. Ya! Ya! Karena foto tersebut! Akan terlihat jelas jikalau foto ini di perlihatkan keseluruhannya. Hm. Sebuah puisi aneh ini juga di buat bukan untuk siapa-siapa, selain untuk dia^^ seseorang yang anehnya sering muncul tanpa izin di dalam puisi yang ku buat. Anehnya juga, tiba-tiba aja ada lintasan ide yang ingin di curahkan lewat puisi, tiap kali memerhatikan dia -,- Sungguh aneh tapi nyataa… (lho? Malah nyanyi–“)
Mathar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s