Langit Malam dan Tahun Baru

pinterest.com

Selamat tahun baru, katamu

.

Malam ini seharusnya aku turut beramai.

Suara petasan saling bersahutan.

Di ikuti suara letusan kembang api.

Orang-orang sibuk bergembira.

.

Malam ini sang bulan tak ditemani para bintang.

Gemerlap bintang digantikan oleh para kembang api.

Warna-warni kembang api meletus di udara, mengarah ke langit.

Lampu-lampu kota dua kali lebih terang dibanding hari biasa.

Seakan lampu-lampu itu turut menyinari sang langit.

Menjadikan langit malam terlihat lebih terang.

Polusi cahaya bukan hal aneh bagi kota-kota besar.

.

Kasihan sang langit, ia rindu para bintang yang biasa menemaninya di malam hari.

Aku juga rindu pada ribuan bintang, yang kilauannya mampu membuatku kagum tiada henti.

.

Kau ingin apa di tahun baru ini?, tanya mu.

.

Aku tertegun. Tiba-tiba saja aku terpikirkan hatiku. Hatiku rindu seperti langit malam sekarang. Rindu ingin ditemani gemerlap para bintang. Yang mampu menjadikan langit malam lebih indah.

.

Hatiku serupa langit saat ini.

Luas.

Tetapi tak ada penghias alami disana.

Kosong.

Hampa.

.

Yang ku inginkan di tahun baru?, aku bergumam.

.

Bukan hanya tahun yang perlu baru.

Aku juga ingin suasana baru.

Terpentingnya,

hatiku.

Aku ingin hatiku baru.

Bersih.

Seperti baru dipoles.

Tak ada bekas goresan disana.

.

Bisakah kau wujudkan?

.


Mathar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s