Pertemuan Kedua

Mungkin ini pertemuan kedua? Ku anggap saja begitu.

Aku memang pernah bertemu orang ini sebelumnya. Di suatu acara bersama teman kakak ku. Nah, waktu aku baru datang, aku ngelihat orang ini. Awalnya, aku memang merasa pernah ketemu orang ini sebelumnya. Tapi aku lupa dimana. Daripada memikirkan hal yang aneh-aneh tentang orang itu, aku lebih senang memerhatikannya saja :)) Dan memerhatikan orang itu, adalah satu-satunya hal yang paling menarik yang ku kerjakan saat itu. Dalam hati kuakui, dia memang menarik. He is so simple with his hair. Dia bukan cowok yang suka pakai pomade. Lihat saja! Di acara begini, mana ada cowok jaman sekarang yang rambutnya enggak di oles pakai pomade. Tapi dia malah terlihat lebih menarik dengan keadaan rambutnya yang biasa saja. Bahkan, menurutku dia punya aura yang bikin orang-orang (baca: aku) menoleh kearahnya. Berkali-kali aku memaksakan sepasang mataku ini agar nggak melihat kearahnya terus-terusan. Jadi jangan salah kalau mataku pernah beradu dengannya. Oh, Ill never forget his eyes.

Istilah ‘Dari mata turun ke hati’ mungkin berlaku buat pertemuanku dengan cowok itu. Karena aku mulai ngerasain yang namanya love at first sight. Menggelikan memang mendengar kata-kata begitu. Terlalu drama! But, this is a real life. Pertemuan yang manis-manis belum ada dalam hidup ku. Meetcute hanya ada dalam film-film Romance dan novel-novel Teenlit maupun Romance. Walaupun aku sering mengharapkannya sih. Coz, sampai pulang tiba, enggak ada sesi-sesi di minta nomor telepon ataupun id Line sama dia (sedih banget).

Kadang, istilah ‘Hidup selalu punya kejutan’ memang berlaku. Seperti judul tulisan Pertemuan Kedua ini. Pertemuan kedua ku dengannya, memang enggak di duga sama sekali. Berasa Kota kelahiran ku ini, enggak seluas yang tercatat dalam atlas! Aku bertemunya lagi dengannya, tepat pada malam 27 Rabiulawal 1438 H. Detailnya nggak akan aku ceritakan. Karena…. terkadang ada hal-hal ataupun kejadian dalam hidup yang enggak ingin di bagi kepada siapapun. Mungkin karena malam itu aku terlalu merasa yang namanya BAHAGIA.

Seperti awal, aku bertemunya juga saat waktu aku baru datang. Di sebuah Masjid Agung di Kota kelahiranku ini. Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Its UNFORGETTABLE, fren! Karena juga aku terlalu bahagia. Aku merasa saat itu mataku berair. Aku tahu ini sangat berlebihan. Tapi begitulah kenyataannya. Bayangkan saja jika kamu merasa terlalu bahagia.

I remember! Bibirku memang ku paksa untuk tidak terus-terusan tersenyum macam orang sinting. Ini pertemuan kedua! Ini pertemuanku yang selanjutnya dengan dia! Berkali-kali aku menyadarkan diriku kalau ini bukanlah mimpi. Ya, ini memang bukan mimpi. Tidak henti-hentinya aku bersyukur kepada Sang Pencipta. Memuji-Nya. Berterima kasih kepada-Nya, telah mempertemukan kembali dan terlebihnya telah menciptakan dia. Terus merapalkan doa agar bisa bertemu lagi dengannya.

weheartit.com

Tapi sekali lagi, this is a real life. Pertemuan yang manis-manis memang belum diadakan dalam hidup ku 🙂
——————————–

Mathar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s