Rinduku

Aku rindu.

Rinduku sederhana saja. Hanya merindu senyum di wajahmu itu. Datangnya tiba-tiba. Tanpa permisi. Tanpa pesan. Tanpa surat izin.

Aku rindu tiba-tiba.

Ketika sore itu kau tampak tersenyum cerah sekali. Aku tak sengaja melihatnya. Tanpa ku sadari bahwa telah lama sekali tidak melihat senyuman itu. Lalu tiba-tiba aku merindukannya.

Rinduku terbayarkan.

Tapi tetap tak tahu akan terbalaskan atau tidak. Tidak apa. Aku hanya ingin kau tahu jika aku mengirim rindu lama. Karena rindu ini sempat aku kuburkan sekian tahun.
Mathar

Iklan

2 thoughts on “Rinduku

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s