Kepada Juni

Selamat pagi, Juni. Aku harap mendapat kabar bahwa kau baik-baik saja. Semoga kau dalam lindungan-Nya selalu. Kali ini kau menjadi salah satu bulan yang kutunggu semenjak setahun yang lalu. Barangkali kau telah membuat beberapa manusia berbahagia karena kau mau menyapa lagi. Hai, Juni. Masihkah kau mempunyai mimpi yang sama? Berlari, mengejar, hingga dunia mengenalmu. Setiap … Lanjutkan membaca Kepada Juni

Iklan

Mengapa Dirinya Seperti Ini

Ia ingin bertanya, "mengapa dirinya seperti ini?" Mengapa harap-harap yang dahulu tidak berpihak kepadanya? Ia ingin sekali bertanya, "mengapa dirinya seperti ini?" Mengapa apa-apa yang dicapainya tidak dapat membuat disekitarnya bahagia? Dirinya bertanya heran, "bukannya bahagia itu sederhana?" "Mengapa membuat sekitarnya bahagia terlampau berat?" . . 22.4.18 -Mathar-

Menunggu Matahari yang Sama

Masih tergolong tanggal muda di Bulan November. Di tempat yang sedikit jauh dari pusat perkotaan. Di saat sore akan menyapa sebentar lagi. Dan kali ini bukan soal harapan untuk seseorang. Sore ini, aku--mungkin juga kamu--hanya berharap, matahari bersinar tanpa ragu. Kamu. Sepertinya tahu mengapa harus matahari. Dan kamu mulai merencanakan bagaimana sore yang indah. Saat … Lanjutkan membaca Menunggu Matahari yang Sama

Ceritaan: Empat Senin

HALLOOOO!!!!! Jurnalthar sepertinya agak berdebu, dikarenakan mulai bulan Januari kemarin, Mathar mulai jarang mengunjungi. Bahkan sempat di private selama beberapa minggu di antara bulan Januari-Februari (karena ada sedikit masalah pribadi) 😀 Kalaupun ada posting beberapa tulisan puisi, artinya Mathar telah menyempatkan menulis di sela-sela kesibukan mempersiapkan ujian. Tapi tetap aja, nggak ada waktu buat sekedar … Lanjutkan membaca Ceritaan: Empat Senin

Lima Manusia

Kepada lima manusia. Sebentar lagi mereka akan bersama-sama merajut mimpi. Membuat kedua malaikat tanpa sayap bangga telah mempunyai putri-putri layaknya putri di surga. . Mimpi-mimpi tersebut tergantung rapi hanya pada Allah semata. Agar mereka tidak kecewa. Agar mereka percaya bahwa mimpi tersebut dapat menjelma menjadi nyata. Bukan sekedar angan-angan atau sekedar menjadi bunga tidur semalam. … Lanjutkan membaca Lima Manusia

Via

Menyapamu melalui tulisan yang tidak pernah terbaca. Mengobrol denganmu melalui dialog yang tidak benar ada. Mengagumimu melalui puisi yang tidak kunjung usai. Mendoakanmu melalui bisik kata yang tidak ingin terhenti. . . 18.2.18 -Mathar-

Kalimat Ciptamu

​Pernah suatu hari, saat rembulan baru purnama Kau banyak mencipta kalimat yang asalnya dari kata Saling terangkai hingga jutaan jumlahnya Tidak langsung, namun kalimat ciptamu bersuara Sesekali terdengar tidak biasa hingga timbul tawa Memuji, bahwa kalimat ciptamu membuat seorang terlena Mungkin karena kalimat ciptamu istimewa? Atau justru kau yang tercipta istimewa? . Jarum jam berputar … Lanjutkan membaca Kalimat Ciptamu