Kisah Sejenak

Malam itu kami berkumpul kembali, dengan setumpuk rasa rindu yang sama. Setelah lebih dari tiga ratus hari tidak berjumpa bahkan berbagi cerita. Dan kali ini kamu hadir disana, walaupun sedikit lewat dari waktu yang telah ditentukan. Tidak pernah menyangka ternyata raga ini masih menantikan hadirmu. Maka saat kamu datang memasuki ruangan, aku tersenyum dalam hati. … Lanjutkan membaca Kisah Sejenak

Matahari Sungguhan

Matahari terbit kembali. Menerangi sebagian besar ruang hati. Bersama perasaan lama yang terbit pula. Diam saja, karena benar adanya sebuah perasaan yang tidak ingin bercerita. Biarlah mereka menebak siapa sosok matahari yang sesungguhnya. Biarlah hal ini menjadi rahasia sederhana bersama Sang Pencipta. . . -Mathar- 11.8.18

Serah

Semalam ada Mars Jingga menyala Aku berusaha menyapa Mars Bolehkah menitipkan rindu? Tetapi Mars tidak terlihat lagi Biarlah Rindu ini kuserahkan Pada Sang Pemilik Rindu -Mathar- 28.7.18

Cemburu

Pada udara yang berada di sekitar mu. Aku menjelma menjadi manusia pencemburu. Cemburu pada udara yang mengelilingi mu. Sangat dekat, tak kasat, dan kamu merasa tidak perlu memburu. Sementara aku, bersembunyi dibalik lalu lalang manusia lainnya, menyemangati tanpa suara, tanpa pernah dikenal oleh mu. -Mathar-

Kepada Juni

Selamat pagi, Juni. Aku harap mendapat kabar bahwa kau baik-baik saja. Semoga kau dalam lindungan-Nya selalu. Kali ini kau menjadi salah satu bulan yang kutunggu semenjak setahun yang lalu. Barangkali kau telah membuat beberapa manusia berbahagia karena kau mau menyapa lagi. Hai, Juni. Masihkah kau mempunyai mimpi yang sama? Berlari, mengejar, hingga dunia mengenalmu. Setiap … Lanjutkan membaca Kepada Juni

Mengapa Dirinya Seperti Ini

Ia ingin bertanya, "mengapa dirinya seperti ini?" Mengapa harap-harap yang dahulu tidak berpihak kepadanya? Ia ingin sekali bertanya, "mengapa dirinya seperti ini?" Mengapa apa-apa yang dicapainya tidak dapat membuat disekitarnya bahagia? Dirinya bertanya heran, "bukannya bahagia itu sederhana?" "Mengapa membuat sekitarnya bahagia terlampau berat?" . . 22.4.18 -Mathar-

Menunggu Matahari yang Sama

Masih tergolong tanggal muda di Bulan November. Di tempat yang sedikit jauh dari pusat perkotaan. Di saat sore akan menyapa sebentar lagi. Dan kali ini bukan soal harapan untuk seseorang. Sore ini, aku--mungkin juga kamu--hanya berharap, matahari bersinar tanpa ragu. Kamu. Sepertinya tahu mengapa harus matahari. Dan kamu mulai merencanakan bagaimana sore yang indah. Saat … Lanjutkan membaca Menunggu Matahari yang Sama